Tags

, , ,

...

Senin ini, mengawali hari-hari kerja dengan sedikit tantangan yang asik. Pagi ini saya harus hadir seperti biasa pada jam sembilan di laboratorium GOES, Gedung Manly Miles. Jarak gedung tersebut dari apartemen tidaklah jauh. Saya ukur via Google Earth sekitar 700 meter saja.

Apa tantangannya pagi ini. Cuma satu, suhu udara yang cukup tajam, sekitar -15 Celsius dengan Realfeel -23 Celsius. Artinya secara alat ukur suhunya adalah -15, tetapi jika diperhitungkan faktor lain seperti angin maka terasa seperti -23. Jarak 700 meter menjadi perhatian saat mana suhu sudah dibawah -10 seperti pagi ini.

Semua persiapan harus maksimal, maklumlah, sebagai pendatang baru harus waspada tingkat dewa. 😀

alur pejalanan

alur pejalanan

Persiapan yang dilakukan adalah, pertama, pakaian. Pakai long john sebagai lapisan pertama, lalu pakaian berlengan panjang, diakhiri dengan sweater berkerudung (ponco). Begitu juga celana, lapisan pertama adalah long john baru kemudian celana tebal (jeans). Leher dilibat pakai syal, kemudian juga pakai balaclava.

Ponco sweater dipakai terlebih dulu, baru pakai balaclava. Tujuannya ubun-ubun terlapisi, juga telinga. Telinga adalah salah satu titik penghangat tubuh. Telinga tertutup maka tubuh akan hangat, katanya. Balaclava juga bertujuan menutup mulut dan hidung, agar udara yang masuk-keluar tetap hangat.

Risiko pakai balaclava adalah uap panas dari nafas naik vertikal yang menyebabkan kacamata buram. Jadi kacamata sementara dibuka simpan dulu.

Telapak kaki pakai kaos kaki tebal, lalu menggunakan sepatu semi boots. Yang penting tebal semua. Selesai semua, paling luar adalah jaket super tebal yang juga berkerudung. Sarung tangan pakai yang thermal insulation.

Ohya, sarapan dan doping jamu penghangat “orang pintar” sudah selesai lebih dulu. 🙂

Siap, dan melangkahlah berangkat dari rumah.

Pemandangan yang membuat keder.

Pemandangan yang membuat keder.

Sampai dengan (kira-kira) 100 meter pertama semua oke-oke saja. Lepas itu jari tangan mulai terasa dingin. Jari harus digerak-gerakkan meremas untuk membantu menghangatkan. Salju mulai turun lagi disertai hembusan angin… brrrr…

Memasuki jarak 400 meter, jari kaki mulai terasa sakit. Serangan dingin sudah mulai masuk. Langkah harus sedikit menari supaya telapak kaki bergerak semua. Sementara badan masih bertahan hangat. Memasuki 600 meter, sudah hampir sampai, eh tertahan oleh lampu bangjo alias abang-ijo, alias lampu lalin. Terpaksalah menunggu tanda boleh menyeberang dengan menggerak-gerakkan badan.

Halangan lampu beres, maka sampailah di Gedung Manly Miles dengan selamat. Ini perjalanan kaki ketiga disuhu realfeel sekitar -20 Celsius.

Dari satu-dua orang yang ketemu di jalan terlihat mereka juga mengenakan pakaian super lengkap. Ah rupanya memang harus demikian menjaga tubuh. Intinya adalah badan harus tetap hangat…

: )

Advertisements