Tags

, , , , , ,

Tolak Angin

Kemasan Tolak Angin, ilustrasi didramatisasi. : )

Kalimat slogan Orang pintar minum tolak angin termasuk tagline iklan yang sangat berhasil. Berhasil menjadi buah bibir banyak orang, baik pada konotasi positif maupun negatif. Adalah produk jamu bertajuk TOLAK ANGIN produksi Sidomuncul Semarang yang memiliki tagline ini.

Saya termasuk penyuka jamu dalam kemasan sachet berwarna kuning ini. Bagi saya, yang tidak suka coba macam-macam rasa jamu, saat pertama minum cocok ya sudah pakai terus. Toh tidak terasa menyandu dan hanya diminum saat diperlukan saja, jadi nggak masalah…

Saat pernah tinggal di kota Enschede, Belanda, jamu ini sudah menjadi favorit kala badan ngerasa gak enak. Terutama adalah saat musim dingin tiba, badan sering nggak fit dan jamu inilah andalannya.

Kini tinggal di daerah yang termasuk ekstrim suhunya, si Kuning inipun kembali jadi andalan. Strategi minumnya berbeda dibandingkan saat di Belanda dulu. Si Tolak Angin sekarang diminum saat mana akan melakukan perjalanan tanpa kendaraan alias jalan kaki menembus suhu udara yang ekstrim. Saat ada pemberitaan peringatan bahaya suhu ekstrim dari badan cuaca, biasanya untuk suhu dibawah -15 Celsius, maka itulah saat meminumnya.

Sebelum keluar rumah, setelah sarapan (atau makan sesuatu untuk tenaga) maka satu sachet masuk tenggorokan. Tidak hanya jamu se-sachet itu saja, tetapi dibantu dengan beberapa teguk air hangat untuk mempercepat reaksi. Selesai ini semua maka barulah berani melangkah keluar rumah dan menembus lapangan salju. Sila baca: Perjalanan Pagi yang Menantang.

Judul posting ini saya ubah dari tagline aslinya, menjadi orang cuek minum tolak angin, bukan berarti merendahkan produk jamu ini. Untuk menjaga kehangatan tubuh terkait cuaca ekstrim ya memang harus cuek alias mementingkan diri sendiri. Selain berpakaian serba tertutup tentunya juga harus ditunjang dengan doping yang sehat, tanpa perlu malu-malu. Eh, malu sama siapa juga yaaa…

*/ : )

Advertisements