Tags

, , , , , , ,

Erika Kraus mengajarkan menggunakan klinometer.

Erika Kraus mengajarkan menggunakan klinometer.

Terbuat dari apakah pohon itu..? Satu pertanyaan dari David MacFarlane, Profesor dalam bidang pengukuran dan pemodelan hutan. Jawabannya adalah: Pohon terbuat dari tiga komponen: udara, air, dan sinar matahari.

Minggu siang ini saya kembali keluyuran di kampus MSU, tepatnya di seputaran Beaumont Tower. Hal mengenai pohon ini diterangkan oleh David dengan bahasa yang populer pada acara Measuring Big Trees, salah satu rangkaian dalam Science Festival 2014, pada publik yang berminat dalam pengamatan pohon. Tuan rumah acara ini adalah Forestry Department.

Publik yang datang sangat beragam, baik yang mempunyai latar belakang keilmuan yang terkait mengenai hutan, ataupun siapapun yang tertarik dengan pohon. Beberapa kelompok membawa anak kecil yang juga diajarkan apa dan bagaimana pohon, serta diajak melakukan berbagai pengukuran.

Keluarga yang sedang diberi keterangan oleh David.

Keluarga yang sedang diberi keterangan oleh David dan tim.

Sebagai pengantar, David juga memberi tahu mengenai umur pohon yang diukur dari lapis lingkar tahunnya, dimana pohon yang berdiameter lebih besar tidaklah berarti lebih tua dibandingkan yang berdiameter lebih kecil. Lingkar tahun bisa membuktikan hal ini.

Warveen Mosa mengajak kami (saya dan peserta yang hadir) mengetahui bagaimana mengukur diameter pohon. Kami dikenalkan pada pengukuran DBH (diameter at breast height), yaitu metode standar pengukuran diameter pohon yang diukur pada ketinggian dada orang dewasa. Alat bantu ukurnya adalah tape atau meteran. Bagaimana jika tidak membawa meteran, dapat kita gunakan alat lain yang kemudian kita konversi ke satuan ukuran yang diinginkan. Misalnya adalah menggunakan lebar rentang tangan kita.

Warveen mengajarkan pengukuran diamater.

Warveen mengajarkan pengukuran diamater.

Untuk mengukur tinggi pohon, Neil Ver Planck dan Sahar Haghighat mengajak kami menggunakan beberapa metode. Pertama adalah menggunakan pita meteran untuk mengukur jarak dari batang pohon, kemudian digunakan sebuah tongkat dengan panjang tertentu yang diletakkan sejajar mata kita satu ujungnya dan ujung yang lain kita paskan pada pucuk pohon pada posisi tongkat tegak lurus. Dengan mengetahui jarak dan sudut maka kita ketahui tinggi pohon tersebut.

Alat lain yang digunakan adalah range finder dengan fungsi khusus untuk penghitungan sudut. Alat ini menggunakan laser yang kita tembakkan pada batang pohon, setelah itu kita tembakkan juga ke pucuk pohon, maka alat akan menghitung tinggi pohon.

Belajar mengukur tinggi pohon.

Belajar mengukur tinggi pohon.

Diameter dan tinggi pohon sudah, maka berikutnya adalah lebar tajuk atau crown. Erika Kraus mengajak kami menggunakan klinometer untuk memastikan batas pengukuran tepat tegak lurus dengan batas terluar dari tajuk. Yang kemudian diukur adalah tajuk terpanjang dan terpendek dari suatu pohon. Dari sana bisa diketahui estimasi dari lebar tajuk dari pohon tersebut.

Pengukuran jarak dari satu sisi ke batas sisi lainnya dari tajuk dapat dilakukan dengan menggunakan alat elektronik ataupun menggunakan pita meteran biasa.

Penentuan batas tajuk dengan klinometer.

Penentuan batas tajuk dengan klinometer.

Sosialisasi yang bersifat populer seperti ini sangat diperlukan untuk pengetahuan umum masyarakat. Yang menarik adalah peserta yang sangat beragam umurnya semua mencoba secara antusias cara-cara pengukuran yang diajarkan.

Taut menarik yang disarankan pada leaflet kegiatan ini:

Beberapa foto dapat dilihat berikut ini:

*/ : )

Advertisements