Tags

, ,

Sumber gambar: hurricanesandynews.wordpress.com

Sumber gambar: hurricanesandynews.wordpress.com

Babi memang binatang istimewa. Selain disebut secara khusus di kitab suci, ia juga bisa hadir di gedung para wakil rakyat yang sangat terhormat. Babi pun dapat menggoyang nasib manusia oleh ulahnya.

Dalam satu acara pameran poster penelitian atau thesis dari mahasiswa Master in Public Policy Program, saya mendapati salah satu isu yang menarik yaitu mengenai pork barrel spending.

Pork barrel spending sudah lama dikenal dalam terminologi politik. Setidaknya pada tahun 1863 Edward Everett Hale telah menuliskannya dalam “The Children of the Public”, dan sudah banyak diartikan oleh para penulis ilmu politik sesuai kejadian sepanjang masa.

Kalau tidak salah tangkap, maklumlah bukan orang politik, pork barrel spending ini adalah alokasi dana publik oleh kongres atau legislatif untuk proyek-proyek yang tidak melayani sebagian besar masyarakat tetapi tetap dipromosikan dengan semangat oleh legislator. Tujuannya adalah menjaga kesetiaan konstituennya agar setia untuk memilihnya lagi kelak, dan sekalian mendapatkan keuntungan dari dana proyek tersebut.

Praktik seperti ini menjadi salah satu kajian mahasiswa master pada presentasi poster kali ini dari banyak ragam kajian lainnya. Ia menceritakan kajiannya yang dilakukan di sebuah negara yang berlokasi nun jauh di sana berdasarkan data valid yang terjadi sekian tahun. Ia mencoba menelaah kebijakan legislatif di negara tersebut terutama pada bantuan beasiswa untuk sekolah di daerah konstituen.

Di lembaga legislatif tersebut mempunyai suatu bagian atau badan khusus yang mengatur anggaran pemerintah. Mungkin kalau di DPR RI badan tersebut adalah Badan Anggaran. Kuatnya kebijakan dari legislatif dalam mengontrol anggaran eksekutif menjadikan pemanfaatan ala pork barrel spending.

Dari hasil kajiannya, terlihat korelasi positif pada tahun-tahun tertentu dimana anggaran beasiswa diterima oleh sedikit sekolah, dari yang seharusnya lebih banyak dan merata, dan sekolah-sekolah tersebut terkait erat dengan anggota badan di legislatif. Tahun kejadiannya adalah di sekitar tahun pemilihan umum.

Simpulannya adalah adanya pork barrel spending yang mewarnai kebijakan yang telah terjadi.

Kajian rekan saya ini, yang bukan asli warga negara sini, mengingatkan akan banyak hal serupa yang mungkin lebih tidak terdata karena kecil-keciiil dan di daerah terpenciiil… Misalnya, saat menjelang tahun Pemilukada maka terjadi perbaikan infrastruktur yang sangat baik. Jalan menjadi mulus dan fasilitas membaik. Dan… ini terjadi hanya di daerah dimana sang petahana mempunyai massa pendukung atau ada kekuatan legislatif yang menekan petahana untuk berbuat sesuatu agar ia didukung kebijakan atau kelanggengannya.

Benar bahwa ada manfaat yang diterima oleh masyarakat sekitar, yang menjadi tidak pantas adalah seharusnya itu dilakukan di semua tempat yang memang membutuhkan perbaikan atau pembangunan, dan dana ada untuk hal itu.

Pernahkah merasakan hal-hal seperti ini, sodara-sodara… 😀

Kesempatan dan keserakahan itu berbanding lurus. Dan kasihanlah binatang yang namanya babi. Kebiasaan ia dalam makan yang terlihat sangat rakus menjadikan ia kajian dalam perpolitikan manusia. Kerakusan untuk menggemukkan diri sendiri menjadi salah satu lambang dalam kehidupan politik di dunia.

Para pelaku pork barrel spending ini memang benar-benar seperti babi…

*/ : )

Advertisements