Tags

,

DSC_7646Belajar sejarah melalui peta..? Kenapa nggak..? Setidaknya itu adalah kesan pertama saya pada seorang guru di sekolah anak saya, Qila. Sesaat sebelum kegiatan orientasi matapelajaran dimulai, yang wajib dihadiri oleh anak dan ortunya, saya bersama anak-anak dan ibunya masuk duluan ke kelas Social Studies. Kelas ini “dipegang” oleh Mr. B. (sebut saja demikian, karena namanya susah dituliskan maupun disebutkan, hehe).

Mr. B menyambut kami dengan sangat ramah. Ia langsung meminta Qila yang didampingi kakaknya ke depan kelas. Mr. B membuka Google Earth dan memproyeksikan ke layar di depan kelas. Dengan santai ia mulai pertanyaan: kamu asalnya darimana. Ketika disebutkan Indonesia, maka ia segera mengarahkan lokasi ke Indonesia.

Dari sini dimulailah komunikasi selanjutnya, berupa pernyataan dan pertanyaan terkait lokasi geografis dimana Qila tinggal sebelumnya. Dengan fasih Mr. B mengendalikan Google Earth pada fasilitas pencarian, zoom-in/out dan menemukan kota yang dimaksud: Bogor.

Ia lalu menandai dengan memberikan penanda (marker) pada kota Bogor (tepat pada titik rumah kami, yang ditunjukkan oleh Qila dan Alta di layar), dan dinamai dengan nama Qila.

Mr. B menjelaskan pada kami bahwa ia selalu menggunakan media peta untuk menjelaskan pelajaran History (bagian dari Social Studies) yang menjadi tanggungjawabnya. Dan saat ini ia memanfaatkan teknologi, dalam hal ini internet dan aplikasi Google Earth dalam menjelajah dunia.

Ia memerlukan peta dunia karena murid-muridnya di kelas ini berasal (atau keturunan) dari berbagai negara, sedangkan ia sendiri berorangtua yang berasal dari Colombia dan Meksiko. Ia memasang bendera dua negara tersebut di dinding kelas, untuk menekankan bahwa ia adalah berdarah keturunan dari suatu tempat, bukan dari negara Amerika. Sekaligus sebagai bahan pengajaran dalam menerangkan lambang bermacam negara.

Bagi saya ini adalah pendekatan yang sangat menarik. Anak-anak pada kelas (grade) delapan “dipaksa” Mr. B mengenal dunia dengan memanfaatkan teknologi terkini. Membangun cara berpikir spasial dengan menyenangkan. Semoga Qila bisa mengikuti pelajaran sejarah yang diajarkan Mr. B dengan asik.

*/ : )

— Mr B : Brunnschweiler.

Advertisements