Tags

, , , , , , ,

Sarapan di Broadway Diner, Columbia.

Sarapan di Broadway Diner, Columbia.

Hari pertama di Columbia, kami mengawalinya dengan sarapan di Broadway Diner, beralamat di 22 South Fourth Street . Kami ditraktir oleh Dr. Michael Gold, salah satu direktur di UMCA (University of Missouri Center for Agroforestry). Saya pilih sarapan yang disarankan oleh Mich, yang katanya adalah khas daerah setempat. Nama makanan ini adalah The Stretch — a pile of hash browns, scrambled eggs, chili, green peppers, onions and cheese. Rasanya manstaap juga 😀

Broadway Diner mempertahankan gaya bar (atau cafe?) tahun 30an, sejak berdirinya awal tahun 60an. Yang unik dan terasa tidak biasa di bar semacam ini adalah larangan bagi pengunjung untuk merokok dan minum minuman beralkohol, tertulis dipintu masuk: “No Smoking No Alcohol”. 🙂

Silvopasture, salah satu sistem Agroforestri di HARC.

Silvopasture, salah satu sistem Agroforestri di HARC.

Selesai sarapan, Mich mengajak kami mampir ke UMCA di kampus University of Missouri, kemudian ia mengantar kami ke HARC (Horticulture and Agroforestry Research Center) yang berlokasi di wilayah kota New Franklin, Howard County, Missouri.

HARC memiliki luas 660 hektar adalah situs penelitian utama untuk UMCA. Di wilayah ini mereka memiliki Forest Farming, Riparian Buffer dan Silvopasture percontohan, dan juga uji coba pakan dan rumah kaca.

Mark Coggeshall, Ph.D., Research Assistant Professor di UMCA, memberikan penjelasan lebih lanjut tentang studi penelitian utamanya pada pengembangan Eastern Black Walnut (kenari hitam, Juglans nigra), Northern Pecan (Carya illinoensis) dan Chinese Chestnut (Castanea mollissima). Dia menjelaskan tentang penelitian bioteknologi yang dilakukan terhadap spesies pohon-pohon ini.

Kenari hitam dapat menghasilkan minyak, yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat sebagai minyak nabati. Pohon kenari di daerah penelitian ini tidak pernah dipotong cabangnya, hal ini untuk melihat perkembangan mahkota pohon tersebut. Ranting dipotong hanya beberapa bagian di bagian bawah untuk memudahkan mesin pertanian untuk memanen kenari.

Mich menjelaskan mengenai Chinese

Mich menjelaskan mengenai Chinese chestnut

Perhatian khusus diberikan kepada keturunan spesies ini. Dilakukan persilangan kenari dengan 320 kombinasi. Hasil terus dipantau sesuai dengan pasangan orang tua dari pohon tersebut. Dengan demikian dapat dilihat tingkat keberhasilan proses persilangan.

Selain pengembangan dan hasil, pemantauan juga dilakukan terhadap penyakit. Tingkat penyakit pada kenari tentu akan mempengaruhi tingkat produksi. Fakta adalah bahwa buah kenari dapat dikonsumsi untuk makanan hanya 10% dari beratnya.

Mich melanjutkan Mark untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang Chinese chestnut. Spesies ini memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai kondisi cuaca.

Pemilihan penelitian agroforestry disini lebih menekankan pada hasil buah dan kayu yang relatif segera dapat dipasarkan. Perhatian pada komoditas yang dibutuhkan oleh pasar adalah yang utama. Chestnut dan walnut adalah pilihan pertama karena menghasilkan buah dan kayu yang baik untuk komoditas pasar.

Nyona naik traktor ...

Nyona naik traktor …

Orang Amerika di Missouri umumnya tidak paham dengan chestnut, sehingga Mich melakukan kegiatan ekstra (sosialisasi) untuk memberi penjelasan tentang tanaman ini pada mereka (terutama para petani) untuk menumbuhkan pengetahuan tentang hasil yang dapat dimanfaatkan bagi pasar, dan tentu saja potensi yang bisa diperoleh oleh pemilik lahan jika menanam chestnut. Dengan meyakinkan pemilik lahan mengenai manfaat yang mereka akan dapatkan maka sistem agroforestry dapat dipraktikkan segera dengan sebenarnya.

Pusat riset ini juga memiliki proyek untuk jamur yang bernilai ekonomi tinggi, termasuk morel (Morchella) dan Europe black truffle (Tuber aestivum). Selain itu, di ladang mereka memiliki salah satu rumah batu bata tertua di Missouri, bernilai sejarah, berdiri sejak 1819, bernama Thomas Hickman House.

Makan siang dengan ikan goreng dan susu kambing.

Makan siang dengan ikan goreng dan susu kambing.

Mengakhiri “kuliah lapangan” ini kami isi dengan acara… makan siang. Satu-satunya restoran di kota New Franklin, “Miracle Cup” yang buka dari jam 7 pagi hingga jam 3 sore, menyajikan banyak ragam makanan tradisional. Saya memilih makan ikan goreng, roti, kentang goreng dengan minum susu kambing. Kenyang dan suegeeer… 😀

Kota New Franklin sendiri mempunyai cerita yang unik. Kota ini berpenduduk sekitar 1.000 orang dan lokasinya adalah di  39°0′58″N 92°44′18″W (39.016071, -92.738308). Awalnya terdapat kota bernama Franklin yang bermula tahun 1816. Kota ini menjadi ramai karena terdapat kantor salah satu pemberi ijin untuk mengeksplor lahan di Amerika bagian Utara.

Kota Franklin dan New Franklin.

Kota Franklin dan New Franklin.

Kota Franklin yang terletak di dataran banjir sungai Mississippi, tentunya sering sekali mengalami banjir besar. Akhirnya pada 1826 dibuatlah kota baru yang terletak lebih tinggi disebelah Timur Laut Franklin dan diberinama New Franklin.

Kegiatan lapangan sepanjang pagi-siang yang menarik. Dan siang-sore ini masih ada lagi yang lain menanti.

*/ : )


Tulisan ini adalah bagian ke-2 dari cerita saat fieldtrip pada Oktober 2014. Ikuti dengan tag #MOtrip.

Advertisements