Tags

, , , , ,

Presentasi mengenai Islam

Presentasi mengenai Islam

Tak kenal maka tak sayang, ungkapan yang selalu hadir sepanjang masa. Sebagian orang berpendapat: kenal pun belum tentu sayang. Demikianlah, manusia yang diciptakan sangat beragam latar belakang geografi, demografi, sosiologi, dan “logi-logi”-yang lain, tentunya tidak mungkin satu mengenal semua atau semua mengenal yang satu.

Ketidaktahuan dapat memicu beragam aksi dan reaksi saat bertemu atau bersinggungan. Apalagi masuk dalam wilayah kepercayaan atau agama, wilayah yang sangat sensitif bagi sebagian orang atau kelompok.

Minggu lalu saya dan keluarga, dan beberapa rekan muslim di kampus, diundang oleh Profesor kami, Pak Larry, untuk sebuah acara di gereja. Nama gerejanya adalah Haslett Community Church. Undangan ini untuk ikut hadir dalam acara diskusi bulanan mereka yang kali ini mengundang narasumber untuk bicara tentang Islam dan isu-isu dunia saat ini. Pembicaranya adalah Thasin Sandar, mantan Presiden dan sekarang sebagai Outreach Coordinator dari the Islamic Center in East Lansing.

Acara dimulai jam 7 malam, dan pemimpin diskusi langsung membuka dan menegaskan mengenai topik diskusi, serta mempersilakan pak Thasin memulai. Pak Thasin, dengan menggunakan slide projector, memulai materi dengan diawali mengenai apakah Islam itu.

Dasar agama Islam yang lima (rukun Islam) dijelaskan satu persatu secara ringkas. Dalam presentasi ini peserta, yang berjumlah sekitar 50 orang, diperbolehkan bertanya langsung. Dan terlihatlah banyak pertanyaan yang diajukan saat membahas mengenai rukun Islam ini.

Beberapa hal menarik (bagi saya) adalah saat diterangkan mengenai konsep tauhid yang membedakan dengan konsep Christianity, serta saat diterangkan mengenai puasa dan ibadah haji. Terlontar pertanyaan yang bernada heran mengenai “kuatnya” tidak makan dan minum sepanjang siang. Apalagi di belahan bumi Utara ini saat musim panas panjang siangnya sekitar 17 jam.

(Silakan baca mengenai puasa 17 jam yang saya alami: Berpuasa dan Lebaran di “Kampung Sini”)

Saat gambar Ka’bah yang didatangi jutaan manusia, maka pertanyaan juga muncul: bagaimana para pengunjung itu tidur, berjalan, dan beribadah saat mana sangat padat sekali orang disana. Pertanyaan yang sangat sederhana, tetapi yang bisa menjawab tentunya yang telah mengalami langsung (umroh atau haji). Kalau ditanyakan pada saya pun pasti tak bisa menjawab. Alhamdulillah, pak Thasin (yang asalnya dari India bagian Selatan) dapat menerangkan dengan baik pertanyaan-pertanyaan mengenai rukun Islam dan pelaksanaannya itu.

Memasuki bagian berikutnya adalah presentasi mengenai kondisi muslim di Amerika. Pak Thasin menceritakan mengenai, antara lain, “kejahatan” yang dilakukan penduduk Amerika yang beragama Islam yang selalu menjadi sorotan nasional (bahkan mendunia) “walaupun hanya” beberapa puluh kasus sejak peristiwa 9/11/2001 (hancurnya gedung WTC di New York) hingga kini, dibandingkan kejahatan yang dilakukan “nonmuslim” yang berpuluh kasus terjadi dalam sehari. Disini dititikberatkan pada pemberitaan oleh media yang sangat tidak obyektif dan standar ganda sekalipun pemerintah pusat tidak pernah mendiskriminasikan kebijakan terhadap kejahatan atau kriminal yang dilakukan oleh warga negaranya.

Juga diangkat cerita terhangat mengenai pembunuhan tiga pemuda muslim yang terjadi di North Carolina, dimana media massa sangat minim pemberitaan sebelum akhirnya muncul melalui berita-berita dari jurnalisme warga melalui media sosial, yang kemudian memancing pernyataan dari Presiden Obama. Pembakaran Islamic Center di Houston, Texas, juga diceritakan dalam kaitannya mengenai pemberitaan media massa.

Komentator majalah, surat kabar, dan televisi yang seringkali menyudutkan muslim dan Islam dikemukakan dengan beberapa contoh nyata. Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan hadirin: mengapa muslim tidak bersuara mengenai ketidakadilan yang diterima. Jawabannya adalah faktor media massa menjadi pelaku utama dari arus informasi yang ada. Reaksi keras oleh muslim Amerika menentang aksi kekerasan yang mengatasnamakan Islam yang terjadi di berbagai belahan dunia tidak diliput-siarkan oleh media mainstream Amerika.

Tokoh-tokoh Amerika yang muslim.

Tokoh-tokoh Amerika yang muslim.

Tak lupa dipresentasikan juga mengenai profil muslim Amerika, siapa dan apa saja pengabdian mereka terhadap negara Amerika. Tokoh-tokoh nasional Amerika yang beragama Islam pun banyak tidak diketahui para hadirin.

(Baca dan lihat video mengenai: Mengenal Muslim di Amerika)

Kasus bahasan lain yang menyangkut kondisi internasional juga dipresentasikan dan didiskusikan. Antara lain adalah apakah ISIS itu, bagaimana kaitannya dengan ajaran Islam. Juga mengenai penyerangan terhadap kelompok kartunis penghina agama yang ditembak mati oleh sekelompok orang. Tak ketinggalan adalah pertanyaan mengenai jihad yang selalu melabeli perbuatan para “teroris”.

Penjelasan pak Thasin selalu merujuk ke Quran dan Hadist, dan juga arti dari kata “Islam” itu sendiri, dan hal itu semua menjawab keingintahuan para hadirin. Pengetahuan akan geopolitik yang bagus juga sangat membantu penjelasan mengenai banyak isu di luar Amerika, seperti masalah Kurdistan. Pertanyaan terus mengalir pada setiap bahasan, dan terkadang berkelanjutan sebelum sempat presentasi dilanjutkan.

Demonstrasi muslim di Detroit setahun lalu.

Demonstrasi muslim di Detroit setahun lalu.

Dalam penilaian saya, semua pertanyaan bernada keingintahuan tanpa bermaksud memojokkan atau memaksakan opini, ini hal yang paling menarik. Peserta diskusi yang sebaran usianya cukup baik (dari yang muda, dewasa, dan senior) mempunyai keingintahuan yang sangat besar tentang Islam dan perilaku muslim.

Suasana yang kondusif, disaat udara diluar mencapai kurang dari minus 20 Celsius, menjadikan ruangan semakin terasa hangat.

Keterbatasan waktu membuat diskusi diakhiri menjelang jam 9 malam. Tetapi pak Thasin masih dibanjiri pertanyaan oleh pengunjung yang mendekati dan bergerombol dibagian depan ruang pertemuan.

Pada akhir acara, kami sempat diperkenalkan oleh pimpinan diskusi pada para hadirin, sebagai muslim di Amerika, yang hadir pada diskusi tersebut.

Saya dan keluarga serta rekan muslim MSU dan Prof Larry.

Saya dan keluarga serta rekan muslim MSU dan Prof Larry.

Alhamdulillah, acara dialog yang sangat menarik. Hal ini mengingatkan saya akan pesan dari imam Sohail, imam masjid Islamic Center of East Lansing, mengenai perilaku islami yang harus terus dilakukan oleh muslim untuk memperkenalkan Islam, dimanapun.

(Sila baca mengenai hal ini di How Community Should Respond to Chapel Hill Incident)

Intinya adalah sebaik-baik ilmu dan sebenar-benar keyakinan yang dimiliki, tanpa amalan atau perilaku yang mencontohkan/meneladani maka tiada artinya, terutama untuk hubungan horisontal. Jika anda merasa benar, ajarkan yang lain untuk mengetahui dan ajaklah mereka dengan cara yang baik. Jangan lupa, teladan dari diri sendiri adalah bukti terhebat yang anda miliki.

Yang dilihat pertama oleh orang lain bukanlah “Islam itu apa” tetapi dari “muslim itu bagaimana“.

*/ : )

Beberapa foto saat acara berlangsung:

Advertisements