Tags

, ,

Honor Roll Student

Honor Roll Student

Suasana baru dengan teman yang baru dan sistem yang pastinya baru adalah kendala terjal bagi siapa saja yang memulai sekolah di negeri asing. Demikian juga dengan anak-anak saya yang baru datang ke Michigan pada Juni 2014 lalu. Dari sikon di Bogor berubah menjadi sikon di Haslett, Michigan, tentunya tidak pernah terbayangkan oleh mereka.

Salah satu kekhawatiran saya adalah kemampuan adaptasi dari anak-anak (lebih sering saya sebut: krucil) pada tempat yang baru ini. Saya paham kondisi dan kemampuan mereka saat di Bogor, dan walaupun mereka sudah “tanpa sengaja” saya persiapkan untuk “sikon asing”, tetap saja kekhawatiran terbesar saya adalah: bisakah mereka beradaptasi di lingkungan baru.

Saya katakan “tanpa sengaja” pada paragraf diatas karena memang kepindahan kali ini tidak dalam perencanaan lama, dan “panjang ceritanya” (tidak diceritakan pada tulisan ini). Yang saya siapkan sejak mereka kecil (Sekolah Dasar) adalah mempelajari Bahasa Inggris. Saya ikutkan para krucil ini di LBPP LIA di Bogor. Kenapa LIA, adaaa… aja… 😀

Saya ikutkan krucil pada pembelajaran bahasa yang tidak ada hubungan langsung dengan pelajaran di sekolah. Seperti saya pahami, kurikulum LIA tidak mengikuti mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, dan ini murni pembelajaran bahasa, bukanlah tempat untuk membahas soal untuk ujian sekolah.

Sampai saat kepindahan ke Michigan, krucil yang besar dikelas sebelas dan krucil yang kecil dikelas delapan, dan mereka menghentikan kegiatan di LIA karena kepindahan ini. Artinya mereka ikut kegiatan LIA sampai hari-hari terakhir mereka di Bogor sebelum berangkat.

Saya memilihkan mereka pada kursus yang lepas dari kurikulum sekolah karena disanalah ada nilai tambah yang kelak, saya yakini, akan membuat mereka siap masuk dipergaulan yang lebih luas, katakanlah: internasional. Mungkin hal ini, saat itu, adalah mimpi lebay dari ortu. 🙂

Dan ketika jalan hidup mengharuskan kami sekeluarga pindah ke Michigan, maka pengalaman mereka di LIA ternyata sangat sangat sangat berguna. Di sekolah baru hanya ada dua anak Indonesia (yang lahir di Amerika, sehingga sudah sulit berbahasa Indonesia) dan yang lainnya adalah anak Amerika asli dan beberapa anak internasional. Semua berbahasa Inggris, pastinya.

Saya merasa beruntung karena krucil sudah mempunyai bekal bahasa Inggris sejak mereka Sekolah Dasar. Jadi, ada kepercayaan diri yang cukup dalam bersentuhan dengan bahasa sehari-hari di sekolah sini, Haslett Public School. Tanpa bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris tentunya akan sulitlah mengerti pelajaran yang diajarkan.

Keberuntungan lagi adalah di sekolah yang baru ini ada program khusus yang bernama ESL (English as a Second Language). Program ini untuk anak murid yang baru masuk dan dari mancanegara, terutama yang berbahasa noninggris, untuk diajarkan khusus mengenai American-English. Begitu masuk sekolah, krucil mengikuti ESL tiap jam pertamanya dipagi hari, setelah itu baru masuk ke kelas sesuai mata pelajaran (moving class).

Dengan bekal berbahasa Inggris yang dimiliki dan mengikuti ESL maka krucil semakin pede dalam menerima pelajaran dan juga bersosialisasi dengan guru dan teman-teman baru. Hasilnya terlihat dari nilai mereka dalam mengerjakan tugas dan juga menyelesaikan kuis ataupun ulangan. Naik-turun dan beberapa perbaikan terus terlihat. Ohya, nilai dapat dipantau ortu dari situs web khusus.

Honor Night at Haslett High School

Honor Night at Haslett High School

Pada bulan November 2014, artinya dalam semester pertama perjalanan krucil, si kecil mendapatkan kiriman dari sekolahnya: Honor Roll Student: Proud Parent of a Haslett Middle School. Kurang lebih maksudnya adalah penghargaan atas pencapaian yang membanggakan dari anak murid yang baru masuk. Alhamdulillah 🙂

Dan pada bulan Maret 2015, gantian si krucil sulung mendapatkan penghargaan atas prestasi akademik di angkatannya. Dari dua ratus sekian murid kelas sebelas, ia masuk dalam kelompok peringkat terbaik dengan GPA yang tipis sekali dari nilai sempurna.

Kedua pencapaian itu bagi saya adalah sebagai salah satu tanda bahwa para krucil sudah beradaptasi dengan baik. Bukan prestasi nya tetapi peristiwanyalah yang mencatatkan secara obyektif karena dari penilaian pihak sekolah langsung. Kemampuan bahasa mereka yang dipupuk sejak kecil, dan ditambah dengan mengikuti program ESL menjadi katalis dalam menyerap pelajaran dan bersosialisasi di sekolah mereka kini.

Beberapa hal yang terungkap kemudian adalah:

  • Walau LIA mengajarkan American-English tetapi ternyata banyak hal yang tidak sama dalam penerapannya sehari-hari. Saat krucil menerapkan di lingkungan sekolahnya maka serasa sangat formil dibandingkan dengan American-English yang diajarkan native di sekolah mereka. 🙂
  • Tak diragukan lagi bahasa adalah hal utama sebelum memulai yang lainnya. Segera setelah krucil siap dengan bahasa lokal maka mereka dapat dengan cepat mengikuti materi dan juga interaksi di sekolah.
  • Kemampuan berbahasa mereka telah lebih baik dibandingkan kedua ortunya. Disitu kadang saya merasa… 😀

Terimakasih tak hingga untuk para guru ataupun pengajar krucil saat menuntut ilmu di LIA Bogor (Jalan Baru dan Padjadjaran), dan tentunya juga para pendidik di sekolah dasar mereka (SDIT At-Taufiq Bogor) dan SMP (Negeri 1 dan Negeri 2) dan SMA (Negeri 3). Alhamdulillah krucil mendapatkan para pengajar kelas satu yang mampu meletakkan dasar yang baik pada mereka untuk bertarung di tempat asing saat ini.

Perjalanan masih panjang, mohon doa bapak dan ibu guru, ustaz dan ustazah di tanah air.

Krucil, tetap semangat…!

*/ : )

Advertisements