Tags

, , , ,

Saat iftar/buka tiba.

Saat iftar/buka tiba.

Bermalam di masjid bukanlah hal aneh bagi sebagian orang. Apalagi bagi marbot yang memang tugasnya 24/7 di masjid. Tetapi adalah mengasyikkan bagi sebagian yang lain. Termasuk saya. 🙂

Ramadhan 1436 Hijriah kali ini saya alami di East Lansing, kota “sebelahnya” Lansing yang merupakan ibu kota state Michigan. Di kota inilah ada sebuah masjid, dan satu-satunya masjid yang ada, di seputaran ibu kota Michigan ini.

Kemeriahan dalam menikmati bulan Ramadhan oleh komunitas muslim di Greater Lansing, istilah yang sering disebut untuk “Lansing dan sekitarnya”, juga tertumpah di masjid ini. Kegiatan selalu penuh setiap hari dari mulai sore jam 7 hingga pagi saat Subuh.

Satu kali saya dan keluarga ikut menikmati hal ini. Kami datang sekitar jam 9 malam, sesaat menjelang buka puasa yang saat itu waktu buka adalah sekitar jam 9:20. Ruang lelaki dan perempuan terpisah, dalam gedung yang sama tentunya.

Saya dan Alta memasuki ruang untuk lelaki dan istri serta Qila memasuki ruang khusus perempuan. Kami segera membaur dengan buanyak orang dari beragam suku bangsa dan agama… Eh, salah, dari agama yang sama tentu saja. 😀

Ruang yang besar telah disiapkan lembaran plastik panjang seperti untuk shaf sholat. Tapi kali ini bukan untuk sholat tetapi disiapkan untuk berbuka bersama. Semua orang duduk berjajar dan berhadapan, kemudian petugas memberi kami minum dalam gelas dan piring kecil berisi kurma. Saat waktu berbuka tiba, maka kami makan kurma bersama. Tentunya tanpa perlu aba-aba: makaaan dimulai…! 😀 (ingat saat prajabatan di camp militer, duluuu).

Antri mengambil makanan.

Antri mengambil makanan.

Selesai berbuka, kami segera memasuki ruang sholat untuk sholat maghrib. Masjid padat dat dat. Tidak semua bisa masuk ruang masjid, sebagian membuat shaf di ruang tempat berbuka tadi.

Selesai maghrib, kami langsung membuat barisan untuk antri. Antri zakat..? Bukan. Ini antri untuk makan malam. Semua masuk dalam ruang masjid, dan membuat antrian rapi ke tiga pintu keluar ruang. Sementara di luar ruang masjid, panitia dengan sigap menyediakan sajian prasmanan. Dalam waktu 10 menit antrian segera bergerak. Meja-meja makanan dilayani oleh petugas, yaitu para pemuda, yang menuangkan makanan pada piring kami.

Selesai piring penuh, maka kami mengambil duduk kembali seperti saat berbuka, yaitu di lantai dengan “meja” berupa lembaran plastik panjang. Menikmati sajian makanan dan dilengkapi dengan beberapa macam buahan (semangka, jeruk). Selesai makan, yang Alhamdulillah nikmat banget, maka fase berikutnya adalah membereskan piring dan sisa makanan. Ada pojok khusus untuk itu, dimana sampah dibuang di tempatnya, piring (styrofoam) ditumpuk tersendiri. Gelas yang juga styrofoam dikumpulkan sendiri dan sebelumnya air sisa dituangkan ke tempat khusus. Semua berjalan rapi. 🙂

Alhamdulillah, nikmat sekali...

Alhamdulillah, nikmat sekali…

Jam 10 sekian selesailah rangkaian makmal ini, kemudian saatnya istirahat sebelum pelaksanaan sholat isya dan tarawih. Sambil menunggu waktu, sebagian kami keluar masjid untuk ngobrol ringan sambil cari udara segar. Saat itu suhu udara luar seputaran 15 Celsius, cukup segar.

Waktu Isya adalah jam 11an. Semua yang hadir siap di dalam ruang masjid, dan sebagian membuat shaf di luar ruang. Sholat Isya dilaksanakan dan dipimpin oleh imam yang hafiz (hafal Al Quran). Dan karena ini adalah masuk sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan maka pembacaan surat setelah Al-Fatihah panjang-panjang. Saya duga panjangnya adalah satu hingga dua ‘ain.

Makan malam bersama.

Makan malam bersama.

Selesai Isya, maka dilanjut dengan tarawih delapan rakaat yang dilaksanakan dengan formasi dua-dua. Maksudnya per dua rakaat. Pada saat tarawih ini juga dibacakan surat Al-Quran dengan panjang satu-dua ‘ain, mungkin lebih. Suatu “tantangan” tersendiri bagi saya yang biasanya membaca surat yang lebih pendek dari Al-Fatihah. Tantangannya adalah menjaga konsentrasi (khusyuk) yang sangat berat.

Singkatnya adalah, waktu yang diperlukan untuk sholat Isya, tarawih delapan rakaat, dan witir 3 rakaat, sekitar satu setengah jam. Alhamdulillah, dapat terlaksana. Jam menunjukkan sekitar pukul 12:30an saat semua selesai.

.

Sebagian besar dari jamaah pulang, sementara saya dan keluarga bertahan. Kami isi waktu dengan mambaca Al-Quran masing-masing. Dan tak terasa waktu menjelang pukul 2 dini hari.

Tetiba masjid kembali dipenuhi oleh jamaah. Mereka datang kembali dan ruang masjid pun penuh. Kami melaksanakan Qiyamullail yaitu sholat malam hingga waktu menjelang pukul 3:30. Formatnya sama, ayat-ayat Al-Quran yang panjang dibacakan setelah surah Al-Fatihah.

Menjelang rangkaian sholat berakhir, ada kejadian tak terduga. Sayup-sayup saya mendengar bunyi alarm (suaranya ayam berkokok). Saya langsung berpendapat: siapa sih yang nggak matikan hp-nya ya, ‘kan sudah diberi peringatan selalu untuk mematikan hp saat sholat berlangsung.

Suara kokok ayam itu semakin keras dan keras, dan sangat-sangat terlambat saya menyadari bahwa suara alarm itu berasal dari hp saya di dalam kantong. Saya baru ingat bahwa saya set alarm pada jam 3:20 untuk sahur harian. Panik dan buyar kekhusyukan sholat. Walau akhirnya berhasil dimatikan saat sholat berakhir (salam), tetapi suaranya cukup menarik perhatian banyak orang dalam masjid… hadeuuuh… punten atuh brothers… 😀

Saat tengah malam, menunggu sholat malam.

Saat tengah malam, menunggu sholat malam.

Pengalaman semalam di masjid ini cukup berkesan. Bukan karena kasus alarm tadi, tetapi dengan kehadiran manusia-manusianya yang banyak sekali. Walaupun saat sholat malam tidak sebanyak saat tarawih, tetapi ruang masjid terisi penuh menandakan kehadiran yang tidak sedikit.

Selain jumlah manusianya, juga ketertibannya dalam pelaksanaan. Tertib dan.. rapi. Semua saling menjaga untuk tertib dan rapi ini. Semua ini tentunya dilandasi dengan niat yang baik saat berangkat ke masjid dan aksi yang nyata saat berada di masjid.

Sesuatu yang “cukup mengherankan” bahwa jamaah yang datang sangat beragam suku bangsa, dari ujung asia hingga kembali ke asia lagi, artinya dari seluruh dunia, tetapi dapat berperilaku baik dan menarik, teratur dan rapi… 🙂

Saking asiknya saya menikmati, sampai lupa saya bertanya pada yang hadir mengenai: asalnya dari mana, sukunya apa, imamnya siapa, dan dari partai apa… 😀

*/ : )

Advertisements