Tags

, , ,

Kedalaman keindahan malam adalah saat mana kita bisa melihat sebanyak mungkin obyek langit dengan mudah. Apalagi jika hadir obyek-obyek angkasa seperti meteor. Setahun sekali langit dihiasi oleh kedatangan bintang jatuh yang begitu banyak dari salah satu jendela yang lebih dikenal dengan hujan meteor Perseid.

Meteor adalah benda langit berupa batuan yang memasuki atmosfer bumi. Dapat terjadi kapan saja baik siang maupun malam hari. Sebagian besar meteorit ini hancur terbakar karena pergesekannya dengan atmosfer. Saat terbakar itulah kita melihatnya seolah bintang yang jatuh ke bumi.

Meteor Perseid sendiri adalah meteor yang jatuh ke dalam atmosfer bumi dengan berlatar belakang rasi bintang Perseus. Jadi karena latar belakangnya adalah rasi bintang tersebut maka disebutlah meteor perseid. Mengapa ditambahi kata hujan? Karena kedatangan meteor yang begitu banyak dalam waktu tertentu yang singkat bagai hujan deras sesaat.

Hujan Meteor sepanjang Tahun 2015

Hujan Meteor sepanjang Tahun 2015

Tahun ini, 2015, adalah suatu yang menarik terkait dengan pengamatan hujan meteor perseid ini. Dikatakan menarik karena waktu puncak adalah bersamaan dengan bulan muda (maaf, tak ada kaitan dengan waktu kedatangan gaji… 😀 ). Bulan muda artinya sinarnya masih kecil dan posisi masih di horison atau terbitnya telat, sehingga langit tidak terpolusi oleh cahaya bulan. Semakin tiada cahaya yang mendominasi maka langit semakin gelap, saat itulah yang terbaik menikmati hujan meteor.

Saya bersama pasukan di rumah mencoba menikmati pertunjukan langit ini dengan berada di tempat terbuka dan dengan minimal cahaya. Sulit memang menghindar dari polusi cahaya, apalagi di kota yang semua sudut menggunakan penerangan. Berutunglah kami tinggal dipinggiran kota kecil, sehingga dengan mudah mencari lokasi yang sesuai harapan. 🙂

Lapangan rumput luas dan langit yang kelam didapat, cuaca pun sangat mendukung dimana tiada awan yang hadir saat tengah malam. Dalam kondisi seperti ini kami segera melihat kehadiran meteor-meteor dari langit Utara.

Ini adalah pengalaman pertama bagi keluarga, dan merupakan kesekian kalinya saya berburu meteor sejak jaman lalu. Tidak selalu satu meteor terlihat kami secara bersama, karena saat mana mata fokus kearah sono… eh yang muncul diarah sini… 😀

Tapi asik, kami saling ramai karena saling memberi tahu kedatangan (yang sekejap) dari bola api angkasa yang bergerak dengan kecepatan 214 ribu km/jam dan mempunyai panas sekitar 1600 derajat Celsius. Penampakannya juga beragam dari sisi kecerahan dan panjangnya lintasan, mungkin ini disebabkan oleh besarnya meteorit tersebut. Semakin besar tentunya semakin lama terlihat dan semakin panjang lintasannya.

Dalam perburuan ini kami juga menggunakan Google Sky Map pada ponsel, sehingga tidak hanya menikmati hujan meteor tetapi sekaligus belajar rasi bintang yang terlihat di tengah malam itu. Yang pasti rasi Cassiopeia berdekatan dengan pusat kedatangan meteor jadi selalu menjadi salah satu patokan kami.

Kondisi langit malam yang indah tidak bisa kami rekam dalam kamera karena keterbatasan kemampuan kamera yang ada. Tapi tak apa, kami pasti menyimpannya dalam memori ingatan dengan baik. 😀

Mengapa hanya pada saat tertentu (tahun ini 11-13 Agustus) terjadi hujan meteor pada rasi Perseid? Ini karena pada waktu-waktu tersebut bumi melintasi sisa-sisa dari komet Swift-Tuttle selebar sekitar 10 km. Komet ini sendiri mempunyai waktu orbit 133 tahun untuk kembali ke dekat matahari. Bayangkan saat kita menonton film angkasa maka pada satu waktu pesawat harus melintasi bebatuan banyak berbagai ukuran. Itulah yang dialami bumi, dan bebatuan itu tertarik masuk ke atmosfer karena gaya tarik bumi, kemudian hancur di atmosfer.

Cerahnya langit dalam dua malam ini (11-12, dan 12-13 Agustus) diluar perkiraan, karena sehari sebelumnya terjadi hujan (badai) yang cukup parah dan meyebabkan banjir dimana-mana. Alhamdulillah, saatnya pertunjukan langit semua pada kondisi yang sempurna… (sambil memutar telapak tangan ala pesulap… sempurna…!) 😀

Satu jam di lokasi terbuka pada tengah malam itu mengasyikkan. Selain keindahan langit yang luar biasa, kami juga ditemani oleh binatang-binatang liar yang hidup diseputaran kampung ini. Beberapa kijang tampak berjalan di sekitar kami.

Mungkin bagi para kijang, pemandangan indah langit dengan meteornya adalah hal biasa… 😀

*/ : )

Sumber bacaan:

Advertisements