Tags

, , ,

Workshop UAV untuk Riset

Workshop UAV untuk Riset

Kamis 22 Oktober 2015 lalu saya menghadiri workshop mengenai penggunaan UAV (unmanned aerial vehicle/systems) untuk keperluan riset pada lokasi didalam ataupun diluar wilayah kampus. Acara ini bertujuan mensosialisasikan aturan penggunaan drone dilingkungan MSU, diselenggarakan oleh departemen Geografi MSU.

Drone telah sangat luas digunakan, baik sebagai hobi, riset, perdagangan (Amazon telah memulai hal ini, mengantar barang dengan drone), kepolisian (dibolehkannya drone polisi dipersenjatai senjata ringan), dan tentunya militer. Bagaimana pengaturannya untuk riset (dan juga hobi)?

Ternyata banyak sekali aturan yang terkait hal ini, dari dua pihak yang berwenang, yaitu pertama adalah FAA (Federal Aviation Administration) yang merupakan badan regulasi dan keselamatan penerbangan sipil nasional. Yang kedua adalah pemerintah negara bagian (state), Michigan. MSU adalah institusi dibawah regulasi state Michigan, sehingga mengikuti aturan-aturan yang ada di state. Tetapi juga untuk hal tertentu mengikuti FAA untuk aturan penerbangan nasional.

Bagaimana prosedur menerbangkan drone di kampus? Pertama adalah harus mengajukan ijin ke kampus, dalam hal ini di departemen Geografi MSU, yang telah ditunjuk sebagai unit khusus dari kampus. Ijin penerbangan ini memerlukan waktu yang lama (sekitar 3-6 bulan). Bisa dibayangkan, mau menerbangkan drone di kampus mesti nunggu proses ijin 3-6 bulan..? 😀

Berikutnya adalah mematuhi syarat dan batasan dari FAA. Ijin penerbangan ini tidak hanya untuk keperluan riset, tetapi juga untuk para hobbyist. Alasan utama adalah keselamatan publik. Sekalipun drone-nya hanya sekelas mainan yang harganya puluhan hingga ratusan dollar (belum ribuan ya), dilarang keras menerbangkannya dalam wilayah kampus.

Bagaimana dengan diluar kampus? Aturan state dan FAA tetap mengikat. Terutama adalah karena kepadatan udara di Michigan, dan banyaknya bandara yang menyebar.

Ada berapa bandara di state Michigan? Dari data yang dipublikasikan, terdapat 236 bandara yang digunakan oleh publik. Sehingga pada lokasi ini dan sekian jarak dari lokasi tersebut adalah daerah terlarang. Belum lagi instalasi-instalasi khusus pemerintah, seperti stasiun radar cuaca dan instalasi militer. Sehingga dapat dibayangkan semakin sempitnya udara bebas di Michigan untuk bermain dengan drone.

Presentasi lengkap mengenai hal-hal diatas, dan banyak lagi, dapat diakses dengan klik disini.

Jadi, saat mana melihat banyak rekan-rekan di tanah air asik bermain dengan bermacam drone, sakitnya itu disini… 😀

Advertisements