Tags

,

Diskusi pertama yang baru dihadiri oleh beberapa student saja.

Diskusi pertama yang baru dihadiri oleh beberapa student saja.

Pelajar perantau yang mempunyai keragaman keilmuan adalah asik jika disatukan dalam diskusi. Hal ini untuk berbagi amunisi dan juga memperluas visi secara sendiri maupun bersama. Kira-kira itulah ide dari dimulainya ruang diskusi mahasiswa pascasarjana Indonesia yang sedang menyantri di Michigan State University.

Ide yang datang dari Uda Iwan Syahril kemudian diamini oleh rekan-rekan lainnya, dan jadilah acara tiap Jumat sore jam 6:30 sd 7:30, berlokasi di MSU Main Library, sebagai ajang ngobrol serius antarmahasiswa ini.

Kesempatan hari pertama saya yang maju sebagai presenter, dengan mempresentasikan suatu prospek kajian dalam bidang kehutanan. Materi ini adalah materi tugas kuliah tahun 2014 yang saya anggap masih layak saji untuk ajang diskusi ini.

Judulnya adalah: Small-mixed Agroforestry Systems on Forest Community Village in Berau, East Kalimantan. Isinya adalah mengenai kajian penerapan agroforestry di satu desa “komunitas hutan” dengan skenario pengembangan selama lima tahun kedepan secara ekologi dan ekonomi.

Pertemuan pertama ini dihadiri oleh 7 tujuh orang, dari dua belas murid pascasarjana yang ada di MSU. Pertemuan cukup hangat dan hidup, dan semoga kedepannya semakin meningkat kualitas dan kuantitas pesertanya.

😀

Advertisements