Tags

, , , , ,

Mengirim uang antarnegara.

Mengirim uang antarnegara.

Sebagai perantau dengan status mahasiswa, untuk satu-dua keperluan, perlu juga kirim uang ke tanah air. Pengiriman uang ke kampung halaman diperlukan cara yang aman, mudah, dan tentunya ongkosnya murah. Kecepatan pengiriman juga menjadi salah satu pertimbangan.

Beberapa cara pengiriman uang antara lain:

  1. Titip yang pulang ke tanah air. Ini adalah cara yang paling konvensional, dan biasanya bebas bea, hanya mengandalkan kepercayaan pada rekan yang dititipi. Uang dalam bentuk dollar yang kemudian akan ditukarkan di tanah air oleh penerima sesuai dengan kurs saat penukaran. Keuntungannya adalah seperti yang sudah dituliskan, yaitu bebas bea. Kekurangannya adalah jadi ngerepotin yang dititipi apalagi jika jumlahnya cukup besar. Karena pembawaan uang pada perjalanan antarnegara dibatasi jumlahnya.
  2. Titip pengiriman personal. Maksudnya adalah kita titip pada teman di Amerika dalam bentuk dollar, kemudian ia mengirimkan/transfer dalam bentuk rupiah melalui akunnya di Indonesia kepada tujuan kita. Hal ini banyak juga dilakukan berdasarkan tingkat kepercayaan personal, karena biasanya biaya gratis dan relatif cepat waktunya sesuai dengan kesepakatan kita dengan si empu akun perantara.
  3. Menggunakan jasa bank pemerintah/swasta. Ini adalah cara yang sangat resmi dan memerlukan prosedur sangat ketat. Saya belum pernah mencobanya, karena saat tanya dengan rekan yang mengetahui prosedurnya maka saya berpikir ulang untuk mencobanya. Selain terasa ribet juga berbiaya pengiriman yang tinggi. Tingginya biaya terasa tidak sebanding dengan besarnya uang yang dikirimkan (ingat lho, ini hanya pengiriman uang level mahasiswa, bukan pengusaha). 😀
  4. Menggunakan jasa pengiriman daring. Maksudnya adalah memanfaatkan jasa pengiriman online dari banyak pelayanan yang ada seperti Western Union, World Remit, Transfer Wise, dan banyak lagi yang lainnya.

Dari empat cara yang saya ketahui diatas, saya belum pernah mencoba nomor tiga. Khusus untuk nomor empat, sebelum memilih layanan maka saya bandingkan semua dengan cermat. Yang saya bandingkan adalah tentunya tingkat kepercayaan yang bisa dipelajari dari internet (ini banyak subyektifnya juga sih…).

Dari sisi obyektifnya, maka saya memerhatikan dengan membandingkan head-to-head:

  • Besaran kurs yang dipakai oleh layanan tersebut. Ini adalah hal yang paling gampang dilihat karena situs web mereka menampilkan besaran kurs yang mereka pakai.
  • Biaya pengiriman. Masing-masing layanan mempunyai biaya sendiri, yang disesuaikan dengan jenis atau cara pengiriman.
  • Cara pengiriman. Maksudnya adalah pilihan yang mereka tawarkan antara lain: pengiriman/pengambilan uang di lokasi agen. Misal: Western Union punya agen di beberapa Bank dan Kantor Pos di Indonesia, jadi uang bisa diambil pada lokasi tersebut. Ada juga pilihan layanan antar-rekening, sehingga kita mengirimkan dari rekening dan langsung akan masuk ke rekening tujuan di Indonesia.
  • Kecepatan pengiriman. Hal ini maksudnya adalah kecepatan uang sampai di Indonesia. Ada pilihan uang sampai hanya dalam hitungan menit, ada juga dalam hitungan hari, dan sebagainya. Kecepatan biasanya memengaruhi biaya pengiriman.

Dari pembandingan sederhana diatas, saya saat ini lebih memilih memakai layanan Transfer Wise. Cara pengiriman yang mudah, murah, dan antar-rekening. Jadi nggak ngerepotin penerima. Kecepatan sekitar 2-3 hari kerja sudah sampai, dan ini waktu yang cukup bagi keperluan saya.

Bagi yang mau coba TransferWise sila klik disini, dan harap teliti dulu sebelum melanjutkan transaksi. Yakini dan pahami prosesnya dulu, karena ini adalah tanggung jawab pribadi.

Semoga berguna 🙂

Advertisements