Tags

, , , , ,

Attending Vietnam Movie Night: The Scent of Green Papaya. The Scent of Green Papaya (Vietnamese: Mùi đu đủ xanh, French: L'Odeur de la papaye verte) is a 1993 Vietnamese-language film produced in France by Lazennec Production, directed by Vietnamese-French director Tran Anh Hung, and starring Tran Nu Yên-Khê, Man San Lu, and Thi Loc Truong. The film won the Caméra d'Or prize at the1993 Cannes Film Festival, a César Award for Best Debut at the French annual film award ceremony, and was nominated for the 1993 Academy Award for Best Foreign Language Film. (Wikipedia) This beautiful film made a long discussion of me and my family, after enjoying about one and a half hour. Thanks to Vietnamese colleagues who inviting us to this interesting moment. 🇮🇩🇻🇳 #vietnamfilm #thescentofgreenpapaya #michiganstate #studentslife #indonesianstudents

A post shared by hartanto (@hartantosanjaya) on

Awal April 2016, saya dan keluarga menghadiri acara yang diselenggarakan oleh perhimpunan mahasiswa Vietnam di MSU. Acara ini adalah pemutaran film Vietnam dengan judul: The Scent of Green Papaya. Pemutaran film dilakukan di gedung Erickson Kiva, dan tidak hanya film tetapi kami juga disuguhi makanan tradisional Vietnam.

Film The Scent of Green Papaya (dilafalkan dalam bahasa Vietnam: Mùi đu đủ xanh, atau Perancis: L’Odeur de la papaye verte) adalah film tahun 1993 yang diproduksi di Perancis dengan sutradara Tran Anh Hung yang merupakan orang blasteran Perancis-Vietnam, dan dibintangi oleh Tran Nu Yên-Khê, Man San Lu, dan Thi Loc Truong.

Menurut catatan Wikipedia, film ini memenangkan the Caméra d’Or prize pada the 1993 Cannes Film Festival, lalu juga tercatat sebagai César Award for Best Debut at the French annual film award ceremony, dan mendapatkan nominasi pada the 1993 Academy Award for Best Foreign Language Film. Cukup heboh ya… 🙂

Kami, dan pengunjung yang merupakan tamu mancanegara, selain dari mahasiswa Vietnam sendiri, mendapat suguhan makanan Vietnam pada setengah jam pertama. Lumayan mantaplah, ada macam-macam yang namanya lupa apa saja… 😀

Film dimulai jam 7 malam, dan semua khusyuk menyimak. Sebelumnya pembawa acara menyatakan bahwa ini adalah film ala Cinderella, sehingga dibenak saya (dan mungkin disebagian tamu) terbayang apa saja yang akan terjadi. Berjalanlah film dengan mulusnya, walau terasa sangat lambat. Sangat sedikit perkataan yang diucapkan pemain (ada terjemahnya dalam bahasa Inggris), sebagian besar cerita digambarkan pada scene yang menarik. Mulailah saya menebak-nebak apa yang terjadi pada scene selanjutnya dan selanjutnya.

Sayang sekali saudara-saudara, tebakan saya semua salah. Film mengalir terus dengan banyak teka-teki dan pertanyaan dalam hati. Sampai akhirnya film selesai, dan semua merasa surprise… Reaksi penonton beragam tetapi rasa surprise terlihat jelas.

Dalam perjalanan pulang, saya dan keluarga mendiskusikan film tersebut. Pada awalnya kami semua punya kesimpulan yang sama: bingung. Kami berusaha menyusun puzzle dari banyak peristiwa pada scenes tadi. Si Anu begitu, si Fulan begini, dan seterusnya. Setelah semua puzzle terkumpul dan tersusun, maka kami pun berkesimpulan: tetap bingung… 😀

Mungkin kami memang #KurangPiknik karena jarang nonton film yang puitis sekali seperti film Vietnam ini. Atau juga (mungkin) diperlukan pengetahuan mengenai budaya setempat agar lebih bisa memahami apa yang terjadi pada cerita film tersebut.

Tapi secara umum, saya akui, film ini menarik. Mungkin demikian juga pendapat penonton yang lain, karena terlihat tiada yang pulang awal meninggalkan ruang ataupun terlihat memainkan ponselnya saat film berlangsung… 🙂

Bagi anda yang punya waktu sila nikmati film ini via kanal Youtube berikut ini:

.

*/ : )

Advertisements