Tags

, , , , ,

Imam Shamsi Ali sebagai pembicara pada sesi kedua.

Imam Shamsi Ali sebagai pembicara pada sesi kedua.

Akhir April 2016 saya mendapatkan keberuntungan dapat menghadiri diskusi umum dengan orang-orang istimewa. Diskusi ini bertajuk: Religion, Education, and Extremism: Indonesian and U.S. Perspectives Conference. Acara ini menghadirkan dua pembicara utama yaitu ibu Dr Fauziah Fauzan pada sesi pertama, dan Imam Shamsi Ali pada sesi kedua. Sebagai pendmping pembicara pada sesi pertama adalah Prof. Avner Segall dan Assistant Professor Farha Abbasi. Sedangkan pendamping pada sesi kedua adalah Associate Professor Mohammad Khalil.

Acara ini diadakan oleh Konsulat Jenderal RI Chicago (dengan Pejabat Konjen bu Eni Hartati) dan Asian Studies Center Michigan State University. Diskusi ini berlangsung di Brody Dining Hall Conference Room, MSU, East Lansing.

Ibu Fauziah Fauzan adalah pemimpin Perguruan Diniyyah Putri, yang beralamatkan di Jalan Abdul Hamid Hakim No.30, Pasar Usang, Padang Panjang Barat, Padang Panjang, Sumatera Barat, Indonesia. Beliau berbicara tentang Education, religion, and the prevention of violence extremism. Secara umum adalah pengalaman beliau dalam membangun Diniyyah Putri menjadi sekolah umum yang melek teknologi dan informasi tetapi tetap membumi dengan segala norma agama dan budaya Indonesia yang ada. Ia juga menceritakan bagaimana cara yang diterapkan dalam membuka wawasan pada murid-murid pada keberagaman tanpa terjebak pemikiran-pemikiran sempit.

Foto bersama Pejabat Konjen RI Chicago Ibu Eni Hartati, Imam Shamsi Ali dan ibu Fauziah Fauzan.

Foto bersama Acting Konjen RI Chicago Ibu Eni Hartati, Imam Shamsi Ali dan ibu Fauziah Fauzan.

Pada sesi kedua, tampil Imam Shamsi Ali, berbicara tentang Religion and extremism: Indonesia and U.S. Perspectives. Orang Bugis yang telah 20an tahun di Amerika ini menerangkan tentang keberagaman dalam kehidupan terutama dalam berkeyakinan atau hubungan antaragama. Ia menceritakan pendapat sekaligus pengalaman selama menetap di berbagai negara (Pakistan, Arab Saudi, dan Amerika) dan bagaimana usaha yang telah ditempuh dalam dialog antaragama. Tentang Imam Shamsi Ali dapat dibaca lebih lanjut di Wikipedia, sila klik disini. Mmm… beliau tidak cerita mengenai perseteruan remeh-temeh dengan salah satu pejabat wakil rakyat Indonesia yang hepi-hepi dan selfie dengan pak Donald Trump. 😀

Diskusi bersama Imam masjid East Lansing.

Diskusi dan ramah tamah bersama Imam masjid East Lansing.

Sore hari, selesai acara, kami ke masjid East Lansing untuk beramah-tamah ala Indonesia dan sedikit berdiskusi kembali.

Saya merasa beruntung bisa mendengar pemaparan pemikiran dan berdiskusi langsung dengan mereka berdua. Mereka adalah orang-orang istimewa Indonesia yang penuh dengan gagasan serta sekaligus pelaksana lapangan. Jelas, mereka bukanlah golongan orang-orang yang hanya penuh dengan wacana dan caci-maki kemana-mana.

Terimakasih untuk bu Fauziah Fauzan dan pak Shamsi Ali atas waktu dan materi diskusi yang menarik. Apresiasi yang tinggi pada KJRI Chicago dan Asian Studies Center MSU yang menyelenggarakan acara yang asik ini.

Leaflet kegiatan ini dapat dibaca pada gambar berikut.

Leaflet kegiatan

Leaflet kegiatan

Advertisements