Tags

, , , , ,

Eid Mubarak..!

Eid Mubarak..!

Idul Fitri telah tiba, semua menyambut gembira tentunya. Lebaran ini adalah lebaran ketiga bagi keluarga kami di perantauan. Seperti biasa, tiada momen yang biasa bagi kami semua. Maka untuk kali ini kami buat “edisi spesial”.

Apanya yang spesial? Nanti dulu…

Sholat Eid, sebagaimana tahun lalu, kami lakukan di gedung Lansing Center, suatu gedung pertemuan besar yang disewa oleh pihak “DKM” untuk pelaksanaan sholat Eid. Ada dua sesi sholat Eid hari ini, dimana sesi pertama jam 6:30 berlokasi di Masjid Islamic Center East Lansing, sedangkan sesi kedua di gedung Lansing Center ini, dimulai jam 9:30.

Mengapa ada dua sesi? Ini karena sesi pertama dianjurkan untuk muslim yang tidak memiliki waktu luang (kerja, kuliah, dll). Sedangkan sesi kedua untuk semua keluarga sehingga, saking banyaknya, lokasi harus ditempat yang besar dan luas, dan dipilihlah Lansing Center.

Sholat Eid 1437 H

Sholat Eid 1437 H

Khutbah dari Imam Sohail setelah sholat Eid pada intinya adalah mengenai persatuan umat Islam yang terhalang oleh dua hal utama, yaitu yang pertama adalah ignorant (ketidaktahuan) akan diri sendiri sebagai muslim, apa yang harus dipahami kedalam keyakinan diri sendiri. Yang kedua adalah persatuan, yang selalu terhalang oleh kebodohan, ego, pemahaman eksklusif, pengelompokan, dan berfikir pendek. Imam menyarankan selalu agar kita menjadi duta besar agama yang baik, dengan berbuat sebaik mungkin untuk lingkungan dimulai dari lingkungan terkecil hingga komunitas. Islam hanya dapat dikenal umum melalui perbuatan nyata para penganutnya.

Selintas saya menghitung pengunjung sholat Eid ini, dari jumlah baris dan orang per baris, mungkin lebih dari 3000 orang. Entahlah. Buanyak banget… 🙂

Rangkaian acara sholat selesai, saatnya silaturahmi. Ini seru, karena semua berpakaian terbaik (khas asal negara atau sukunya) yang sangat beragam dari seluruh dunia. Saya pakai yang simpel sajah, baju koko dan kopiah..! 😀

Suasana setelah selesai sholat.

Suasana setelah selesai sholat.

Berikutnya acara foto-foto di luar gedung, selesai, dan kemudian kami segera pulang. Disinilah mulai cerita spesialnya 🙂

Hari ini kami menyiapkan masakan Indonesia khas lebaran, yaitu ketupat, opor ayam, telur dan daging ayam balado, rendang, dan sayur. Tidak lupa kerupuk warung yang berwarna merah tipis kriuk-kriuk. Untuk makanan penutup adalah lapis legit, semangka, dan bakwan jagung.

Kami mengundang beberapa rekan internasional untuk bersama menikmati penganan khas Indonesia ini. Alhamdulillah, semua undangan datang kecuali dua orang yang sedang sakit.

Foto bersama berlatar belakang Peta Amerika dan Indonesia.

Foto bersama berlatar belakang Peta Amerika dan Indonesia.

Wow, hari besar muslim tetapi undangan kami lebih dari 90% non muslim..! 🙂

Mereka beberapa 5-6 orang berasal dari Amerika, juga pasangan suami istri dari Taiwan, Bangladesh (yang ini pasangan muslim), dan dari Korea Selatan. Kami, sambil menyantap makanan lebaran, ngobrol banyak tentang budaya, agama Islam, geografi Indonesia, dan banyak lagi.

Yang cukup mengagetkan adalah saat baru mulai ngobrol, salah satu rekan (beliau pensiunan dosen, seorang Prof dari MSU) langsung bertanya: apa yang kamu ketahui tentang ISIS yang menyerang Masjid Nabawi di Madina… Pertanyaan yang “jleb”. Ini membuktikan mereka sangat mengikuti perkembangan dan pemberitaan terkait isu Islam di dunia.

Menikmati hidangan lebaran.

Menikmati hidangan lebaran.

Banyak lagi obrolan kami tentang puasa, lalu bagaimana puasa di Indonesia dan dibandingkan dengan di Amerika, juga tentang kondisi geografi Indonesia. Seorang pensiunan dosen Geografi pun bertanya detil mengenai Indonesia.

Bagaimana saya menjawab tentang geografi Indonesia? Gampanglah, di dinding saya tertempel dua peta besar, yaitu peta negara Amerika dan peta NKRI. Kami langsung menunjuk-nunjuk lokasi diskusi dan mengalir semua informasi. Beberapa tema diskusi berbeda, tapi tempat rujukan selalu pada peta di dinding :D.

Acara yang dimulai jam 1 meluncur kencang hingga sekitar jam 4. Hal ini diluar kebiasaan dimana mereka pada undangan makan siang biasanya hanya menyediakan waktu tak lebih dari satu jam. Maklumlah, mereka adalah orang sibuk dan hari ini bukanlah hari libur. Walau 1-2 adalah pensiunan tetapi mereka tetap enerjik bekerja.

Foto sesi kedua ...

Foto sesi kedua …

Alhamdulillah, akhirnya, selesailah acara, dan inilah yang saya maksud dengan spesial: berbagi kegembiraan Lebaran Idul Fitri dengan kolega nonmuslim yang diisi dengan diskusi hangat lintas keyakinan dan membangun pemahaman positif.

What a day..! 😀

Insha Allah, acara kami hari ini dapat ikut serta mendukung tujuan dari ceramah Imam Sohail pada saat sholat Eid tadi pagi. Amin.

*/ : )

Advertisements