Tags

, , ,

Para pencari buku...

Para pencari buku murmer… (Foto: LSJ)

Salah satu filosofi mahasiswa adalah berkegiatan yang murmer, alias murah dan meriah. Apapun kegiatannya haruslah murmer, tidak terkecuali memburu buku pelajaran. Buku yang dicari adalah yang tiada ditemukan di Perpustakaan kampus, tentunya.

Awal semester telah menjelang, maka perburuan buku pun dimulai. Apa yang diperhatikan saat berburu buku laik beli sesuai budget mahasiswa? Berikut ini saya sarikan dari reportase koran daring Lansing State Journal yang di-posting pada 24 Agustus 2016, dan ditambahi dengan pengalaman pribadi.

1. Harga buku di toko daring tidak selalu lebih murah

Bagi anda yang terbiasa berbelanja melalui toko daring, seperti Amazon, maka ada baiknya membandingkan dengan toko buku yang ada di kota anda. Amazon menjual buku dengan bermacam harga, baik harga baru maupun harga second (yang biasa disebut dengan used textbook). Harga used memang kadang sangat jauh dibawah harga buku baru. Tetapi toko buku juga menyediakan hal serupa, dimana selain buku baru mereka juga menjual buku used dengan harga bersaing dengan toko daring. Jika kita sudah tahu buku yang akan dibeli maka ada baiknya membandingkan dengan seksama harga used yang ditawarkan oleh toko daring dan toko biasa.

Ohya, beberapa toko buku menerima pembelian buku diakhir semester. Nah, ini bisa menjadi pertimbangan juga saat membeli, jika harga jual lumayan bagus, maka membeli buku yang baru pun bisa menjadi opsi menarik. Tentunya ini adalah bagi anda yang tidak memerlukan buku tersebut untuk semester selanjutnya, atau referensi abadi.

2. Meminjam buku adalah cara baru mendapatkan buku yang murmer

Banyak toko buku di East Lansing menyediakan layanan peminjaman buku. Hal ini semacam proses yang terjadi di perpustakaan. Pengguna menyewa buku tersebut, kemudian mengembalikan diakhir semester. Sebagai perbandingan kasar, untuk buku baru harga 100%, maka harga used 80% dan harga pinjam 60%.

Tertangkap kamera oleh reporter LSJ.

Tertangkap kamera oleh reporter LSJ.

3. Buku edisi lama tidak menjamin dapat dipakai pada semester berjalan

Harga buku edisi lama biasanya lebih murah daripada edisi terbaru. Mahasiswa ada yang cenderung membeli buku edisi lama dibandingkan yang terbaru. Sebelum membeli edisi lama, pastikan dulu bahwa dosen menyetujui penggunaan edisi lama, sehingga saat ada tugas dari dosen maka bahan tetap dapat tergali pada buku yang digunakan. Jika dosen tidak mengijinkan penggunaan edisi lama, maka ada baiknya gunakan opsi lain dalam mencari buku murmer ini.

4. Menggunakan buku dalam format digital

Buku dalam format digital saat ini sudah menjadi hal yang jamak. Penggunaan melalui berbagai perangkat (kindle, atau format pdf untuk tablet/PC biasa, bahkan untuk smart phone) adalah bisa kita lakukan saat ini. Harga buku pada format digital ini lebih murah daripada buku kertas, tetapi banyak juga yang berharga sama dengan “buku pinjaman” atau bahkan “buku used”. Pada banyak kasus, dosen memberikan akses buku digital pada muridnya tanpa harus membayar. Yang terakhir inilah opsi terbaik 😀

Ketahuan deh...

Ketahuan deh… (Foto: LSJ)

Nah, dari berbagai kasus diatas, silakan dipilih sesuai dengan ketebalan kantong masing-masing, dan disesuaikan dengan keperluan buku tersebut. Buku yang akan digunakan dalam jangka panjang tentunya berbeda pertimbangannya dibandingkan dengan buku yang hanya dipergunakan saat satu semester saja.


Sumber bacaan:

Advertisements