Tags

, ,

IMG_20150210_170529

Haslett Middle School

Penerimaan murid baru dengan sistem zonasi menjadi polemik dan bahasan hangat saat mana banyak kasus negatif terungkap. Dari mulai pemindahan KK (Kartu Keluarga) agar dekat atau masuk dalam zona sekolah favorit sampai dengan pembuatan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Pengalaman saya dan keluarga, kebetulan, tidak ada yang terkait dengan masalah ini. Tetapi mengenai zonasi kami mengalami saat tinggal di Amerika Serikat, tepatnya di negara bagian Michigan. Berikut ini pengalaman kami tanpa perlu membandingkan dengan kondisi di tanah air yang tentunya mempunyai sistem yang sangat berbeda.

Kami tinggal di kecamatan (sebut saja demikian) yang bernama Haslett. Anak-anak kami saat itu ada di tingkatan SMP (Middle School) dan SMA (High School). Sesuai peraturan zonasi, kami diarahkan menyekolahkan anak-anak pada public school yang ada di Haslett. Hanya ada satu public school yaitu Haslett Public School dan semua penduduk di Haslett dianjurkan menyekolahkan anaknya di Haslett Public School ini.

IMG_20150221_160217

Haslett High School

Tingkatan yang ada adalah K-12 (Taman Kanak-Kanak, ada dua sekolah di wilayah Haslett), lalu Elementary School (satu sekolah/gedung tersendiri), Middle School dan High School (dengan gedung yang terpisah). Hal yang sama/serupa juga ada di kecamatan lain seperti Lansing, East Lansing, Okemos, Holt, Dewitt, dan lain-lain di sekitar wilayah kami.

Warga diarahkan untuk menyekolahkan di wilayah masing-masing dengan fasilitas yang semua ditanggung oleh sekolah/pemerintah dengan kata lain: free. Bus jemputan/hantaran sekolah, sarapan dan makan siang disediakan free.

Bagaimana jika orang tua mau menyekolahkan di wilayah lain? Dibolehkan tetapi tanpa fasilitas free tadi. Artinya, tidak ada bus sekolah yang jemput/antar, walau rumahnya terletak di sebelah/dekat perbatasan wilayah.

edu1

Steve Irwin

Kemungkinan (saya belum pernah survey langsung) lebih dari 90% orang tua menyekolahkan anaknya di wilayah tinggalnya. Hal ini dikarenakan banyak hal, antara lain adalah masalah biaya yang harus dikeluarkan jika antar/jemput dilakukan sendiri. Biaya bukan berarti uang saja tetapi juga waktu dari orang tua tersebut yang tidak bisa meninggalkan kantor/tempat kerja hanya untuk menjemput anaknya.

Walaupun ada bus kota tetapi rute bus kota sangat terbatas, tidak langsung melewati dekat rumah. Tidak ada kendaraan perumahan (threecycle/rickshaw, ojek, atau yang lain) yang bisa dipakai untuk transportasi publik di perumahan, hanya bus kota saja. Bisa dibayangkan repotnya orang tua jika harus antar (jam 7 pagi) dan jemput (jam 2:30 siang) setiap hari. Apalagi jika lokasi kerja orang tua cukup jauh.

IMG_20160426_190515

Lapangan atletik.

Salah satu hal yang tidak memberatkan orang tua dari zonasi ini adalah kualitas dan fasilitas sekolah yang relatif standar. Memang ada perbedaan antara public school di Haslett (yang dihuni 80% American) dan Okemos (80% pendatang/pekerja industri dari Timur Jauh, yang lebih mewah), sebagai contoh. Tetapi secara umum tiap sekolah mempunyai lapangan olah raga terbuka yang cukup baik (biasanya untuk: atletik, baseball, bolatangkap, dll) dan ruang tertutup (untuk basketball, kolam renang, dan berbagai permainan lain).

Untuk kualitas guru, mereka mempunyai pengelolaan sumber daya manusia sendiri, artinya tiap sekolah berhak menerima guru sesuai keperluan mereka. Dan biasanya guru mempunyai kemampuan standar, jadi kualitas pengajaran bisa dikatakan terjamin.

IMG_20160427_072516

Penyerahan penghargaan untuk siswa berprestasi bulanan yang dipilih oleh guru sekolah.

Dengan adanya fasilitas dan tenaga ajar yang standar, para orang tua tidak khawatir menyekolahkan anak-anaknya di wilayah mereka tinggal. Karena lulusan dari High School akan mempunyai kesempatan yang sama untuk sekolah di Perguruan Tinggi dimanapun di Amerika (walau biaya sekolah di PT juga ditentukan oleh zonasi negara bagian).

Standardisasi memang penting untuk menerapkan sistem zonasi yang adil. Tetapi perlu dicatat juga bahwa di Amerika sekalipun soal standardisasi sekolah masihlah belum sempurna. Hal ini bisa dilihat dari laporan Departemen Pendidikan Amerika sendiri lho. Ternyata masih banyak juga sekolah yang bangunannya tidak permanen. Nah lho!

Advertisements